Sifilis ataupun yang biasa dikenal sebagai raja singa adalah salah satu jenis penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri yang dikenal dengan Treponema pallidum, dan sama halnya seperti PMS lainnya sifilis bisa disebarkan oleh segala jenis kontak seksual.

Akan tetapi cara yang paling umum untuk terinfeksi raja singa adalah melalui seks vaginal, anal, atau oral, tapi mungkin juga seseorang bisa mendapatkannya dengan mencium seseorang dengan luka sifilis yang terdapat di sekitar bibir.

Selain itu perlu Anda ketahui ternyata penyakit raja singa ini bisa menyebar dari wanita hamil yang terinfeksi ke janinnya selama kehamilan atau ke bayi pada saat kelahiran, sehingga jika penyakit ini tidak segera diobati dengan cara yang benar maka bisa menyebabkan kerusakan dalam jangka panjang.

Bahaya Penyakit Raja Singa Pada Wanita Hamil

Perlu Anda ketahui bahwa penyakit sifilis atau raja singa dapat ditularkan ke bayi melalui plasenta selama kehamilan atau dengan kontak dari ibu hamil saat melahirkan dan sifilis dapat melakukan perjalanan dari aliran darah ke seluruh plasenta dan menginfeksi bayi Anda kapan saja selama kehamilan.

Jika sifilis terdeteksi dan diobati lebih awal maka kemungkinan besar Anda dan bayi Anda akan baik-baik saja dan jika Anda tidak diobati maka kemungkinan sangat tinggi bayi Anda akan terinfeksi, terutama jika Anda berada dalam tahap awal penyakit ini maka saat itu paling menular.

Bahkan sekitar 50 % wanita hamil yang mengalami sifilis dini yang tidak diobati akan mendapatkan bayi yang terinfeksi, dan kabar buruknya wanita hamil tersebut mungkin saja kehilangan bayi karena keguguran,  atau setelah bayi tersebut lahir, atau bayi mungkin terlahir namun mengalami masalah neurologis yang parah.

Selain itu beberapa bayi juga bisa terinfeksi sifilis jika ibunya tidak diobati secara tepat waktu selama kehamilan sehingga bisa mengalami beberapa masalah sebelum kelahiran, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Masalah ini mungkin mencakup plasenta yang terlalu besar, cairan di perut dan pembengkakan parah, dan pembesaran hati atau limpa.
  • Bayi yang terinfeksi mungkin memiliki kelainan lain saat lahir, seperti mengalami ruam dan lesi kulit di sekitar mulut, alat kelamin, dan anus
  • Mungkin juga bayi yang terlahir mengalami sifilis mengalami sekresi hidung yang tidak normal, pembengkakan kelenjar getah bening, pneumonia dan anemia.

Selain itu sebagian besar bayi tidak memiliki masalah seperti diatas pada awalnya, namun tanpa pengobatan yang tepat maka bayi tersebut dapat mengembangkan beberapa gejala dalam satu atau dua bulan pertama setelah kelahiran.

Sehingga ada baiknya bayi yang terlahir dari ibu yang menderita penyakit sifilis maka harus segera mendapatkan pengobatan yang tepat, karena mungkin juga bayi tersebut mungkin akan mengalami masalah lagi bertahun-tahun kemudian, seperti mengalami masalah kelainan bentuk tulang dan gigi, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, dan masalah neurologis serius lainnya.

Itulah mengapa penting bagi wanita untuk diuji dan diobati selama kehamilan jika mengalami penyakit raja singa, dan untuk bayi yang mungkin menderita sifilis saat kelahiran harus segera dievaluasi dan diobati sepenuhnya.